[Intro] [Verse 1 – Tentang Muhasabah] Ghazālī berkata, jangan tidur sebelum kau hisab dirimu Apa yang kau ucap, apa yang kau tuju? Apakah harimu penuh amal yang hidup Ataukah ia hanya rangkaian waktu yang luput? Muhasabah adalah cermin yang jujur Menampakkan noda di balik amal yang luhur Tanpa itu, kita berjalan dalam gelap Mengira diri suci, padahal penuh cela dan sebab [Chorus – Refrein] Tanyakan hatimu, sebelum ditanya Periksa dirimu, sebelum tiba hisab-Nya Setiap nafas, setiap langkah Akan kembali, di hadapan-Nya Allah melihat, Allah tahu Tak ada yang bisa kita sembunyikan satu Maka muhasabah... jadi cahaya Yang menuntun kita keluar dari dusta [Verse 2 – Tentang Muraqabah] Murāqabah adalah merasa diawasi Bukan karena takut manusia menilai tinggi Tapi karena Allah, Yang Maha Dekat Melihat getar hati, bisik niat yang paling lekat Berjalan dengan hati yang sadar Bahwa setiap amal dicatat tanpa gentar Itulah yang menjaga kita tetap lurus Dalam sunyi, dalam ramai, tetap tunduk dan khusus [Bridge – Kutipan Ghazālī] Imām Ghazālī menulis lembut: “Orang yang bermuraqabah tak butuh pengingat, karena hatinya selalu merasa dilihat.” [Chorus – Refrein Ulang] Tanyakan hatimu, sebelum ditanya Periksa dirimu, sebelum tiba hisab-Nya Setiap nafas, setiap langkah Akan kembali, di hadapan-Nya Allah melihat, Allah tahu Tak ada yang bisa kita sembunyikan satu Maka muhasabah... jadi cahaya Dan muraqabah... jadi penjaga jiwa [Outro – Penutup] Jangan tunggu hisab di akhirat Sebelum kau hisab tiap niat Dan jangan menunggu saksi di mahsyar Sebelum hatimu sadar Allah selalu mengawas dari sekarang [Instrument] [End]