
[intro} 🎶 Verse 1 (Informatif) Kadang lidahmu menyebut Asma-Nya Tapi hatimu entah ke mana Khusyuk yang kau cari, belum juga tiba Namun jangan putus asa Banyak yang berhenti karena kecewa Mengira dzikir tak ada maknanya Padahal setiap lafaz yang kau ucap Masih mengetuk pintu-Nya yang tak pernah lelap 🎶 Chorus (Argumentatif) Jangan berhenti berdzikir meski hatimu belum ikut Lebih baik lalai dalam dzikir Daripada lalai tanpa menyebut-Nya seujung rambut Sebab dzikir yang diulang walau kering Akan menjadi hujan yang menyuburkan batin Dzikir bukan hanya soal rasa Tapi jalan menuju-Nya yang tiada jeda Teruslah mengulang Nama-Nya Sampai hatimu pun ikut menyala 🎶 Verse 2 (Argumentatif) Hati kadang beku, kadang gelisah Namun jangan biarkan ia menjauh dari ibadah Karena jika menunggu hati sempurna Kau bisa tertipu oleh rasa semata Dzikir bukan hanya milik yang khusyuk Tapi juga pintu bagi yang masih rapuh Karena lisanmu yang tetap setia Bisa membimbing hatimu yang lupa 🎶 Bridge (Refleksi) Apakah kau tunggu hati tenang Baru mulutmu memuji yang Maha Penyayang? Justru dzikirlah yang menenangkan Hingga hatimu pun akan ikut pulang 🎶 Chorus (Reprise) Jangan berhenti berdzikir meski hatimu kosong Karena Allah Maha Menyaksikan tiap lirih yang tergolong Setiap lafaz yang kau ucap Adalah benih yang tumbuh dalam jiwa yang lelah Dzikir adalah perjalanan batin Bukan perlombaan siapa paling hening Jadi tetaplah ulang Nama-Nya Sampai jiwamu kembali percaya 🎶 Outro (Doa Penutup) Ya Allah… Meski hati kami sering lalai Jangan jauhkan kami dari menyebut Nama-Mu sekali Bimbing dzikir kami menjadi cahaya Yang menuntun hati untuk selalu bersama-Mu, selamanya… [instrument} [end}

