Song Cover Image

Radio Lama Ayah

+ Show full styles
V6

[Intro] [Radio static, seruling lembut, bunyi radio lama mencari siaran] "Assalamualaikum... Untuk anak-anak yang jauh di perantauan..." [petikan gambus dan bunyi piring hitam dipotong DJ] [Verse 1] Setiap pagi sebelum mentari, Ayah pasang lagu yang sama, Radio usang di tepi jendela, Teman kopi dan cerita. Aku kecil tak pernah mengerti, Kenapa ayah suka mendengar, Suara-suara dari jauh sana, Berulang tanpa jemu bicara. [Rap Verse] Aku membesar dengan bunyi yang berulang, Di celah debu, doa, dan waktu yang panjang, Tak faham dulu apa yang ayah pertahan, Kini setiap gangguan membawa pulang kenangan. [Pre-Chorus] Kini bila aku dewasa, Baru aku mula terasa, Bukan lagu yang ayah simpan, Tapi kenangan dalam dada. [Chorus] Ayah... Kau radio lama itu, Tak pernah berhenti bersuara, Walau dunia semakin bising. Ayah... Nasihatmu masih berbunyi, Dalam setiap langkah hidupku, Walau jasad jauh dariku. Kau tetap... Siaran yang tak pernah hilang. [Verse 2] Kadang frekuensi hidup berubah, Aku tersasar mencari arah, Namun suara ayah masih ada, Dalam sunyi yang paling parah. Bila gagal dan hampir rebah, Terngiang pesan yang sederhana, "Jangan takut jatuh sekali, Asal jangan berhenti mencuba." [Rap Verse 2] Bila dunia tukar saluran, aku hampir terpadam, Namun pesanmu jadi isyarat dalam, Jatuh bukan noktah, luka bukan alasan, Selagi nafas ada, aku sambung perjalanan. [Pre-Chorus 2] Kini radio itu berdebu, Tapi memorinya tak pernah layu, Seperti ayah yang makin tua, Masih menjaga dari jauh. [Chorus] Ayah... Kau radio lama itu, Tak pernah berhenti bersuara, Walau dunia semakin bising. Ayah... Nasihatmu masih berbunyi, Dalam setiap langkah hidupku, Walau jasad jauh dariku. Kau tetap... Siaran yang tak pernah hilang. [Bridge] Kadang aku rindu pagi itu, Bunyi lagu dari ruang tamu, Dan ayah yang diam membaca, Seolah dunia baik-baik saja. [gambus dan seruling bersahut dengan gitar berat, kemudian turntable cut menuju solo] [Final Chorus] Ayah... Bila nanti radio itu, Tak lagi mampu bersuara, Aku masih hafal lagunya. Kerana setiap bait hidupku, Ada namamu di dalamnya, Dan setiap doa yang ku kirim, Moga Tuhan menjagamu. Ayah... Kau radio lama itu... Yang tak pernah rosak... Dalam hatiku...