[intro] [Verse 1 – tanya diri] Kau sudah salat, tapi apakah hatimu hadir? Kau sudah berzikir, tapi adakah getar yang mengalir? Kau sudah memberi, tapi adakah niat suci tersembunyi? Ataukah hanya sekadar… Melengkapi daftar amal hari ini? [Verse 2 – ajakan pelan] Lihatlah amal-amal itu… Indah di luar, tapi kosong jika tanpa ruh Ia bagai jasad… Jika tanpa keikhlasan, hanya tubuh tanpa napas [Pre-Chorus – bisikan lembut] Amalmu bukan segalanya Bukan jumlahnya, bukan bentuknya Tapi rahasia yang tersembunyi di dalamnya Apakah engkau melakukannya… Hanya karena-Nya? [Chorus] 🎶 Tanpa ruh… apa maknanya? Amal yang besar pun, jika tanpa ikhlas… hanya debu fana Bukan gerakmu yang berharga Tapi niatmu yang murni dan sederhana Wahai hati… Sudahkah engkau memberi tanpa ingin dilihat? Sudahkah engkau sujud Tanpa berharap selain ridha-Nya yang lurus? [Verse 3 – reflektif] Pernahkah kau merasa bangga dengan ibadahmu? Pernahkah hatimu terbisik, “Aku lebih baik darimu”? Itulah tanda… Bahwa amalmu masih berdiri tanpa jiwa [Bridge – ajakan lembut] Mari benahi… Niat yang terlupa Mari kembalikan… Amal kepada ruhnya Tak perlu terlihat hebat Cukuplah Allah tahu niat yang kuat Sebab ikhlas itu rahasia antara kau dan Dia Yang tak tertulis… tapi menembus langit seluas-Nya [Chorus – ulang dengan lebih dalam] 🎶 Tanpa ruh… amal hanya bayang Tanpa ikhlas… semua bisa hilang Yang dilihat bukan jasad yang sibuk Tapi jiwa yang tunduk, hening dan jujur Wahai jiwa… Beramallah, tapi jangan bersandar padanya Letakkan hatimu hanya pada-Nya Karena hanya ikhlas yang mengangkat segalanya [Outro – seperti bisikan hati] Jika kau hanya punya satu amal… Tapi penuh ikhlas dan tanpa nama Itu lebih berat di sisi-Nya Daripada lautan amal yang penuh rupa… [instrument] [end]

Comments are disabled on this song