
[intro] [Verse 1] Kupanjatkan doa penuh harap Dengan air mata dan hati yang lelah Kupikir akan datang secepat ingin Namun Kau ajarkan makna menanti yang dalam [Pre-Chorus] Kau tak diam, hanya memilih Yang lebih baik dari yang kupilih [Chorus] Menurut-Mu, bukan menurutku Itulah kasih yang paling jujur Kau beri saat terbaik, bukan saat kupinta Kau pilih yang terindah, meski tak kumengerti semua Kupasrahkan semua padamu Karena Kau tahu akhir yang tak kutahu [Verse 2] Kadang ingin menyerah dan putus Merasa tak dilihat atau dibalas Tapi Kalam-Mu menguatkanku Bahwa janji-Mu pasti, walau tak sesuai waktu [Pre-Chorus] Ternyata yang tertunda Adalah cara-Mu menjaga jiwa [Chorus] Menurut-Mu, bukan menurutku Itulah kasih yang paling jujur Kau beri saat terbaik, bukan saat kupinta Kau pilih yang terindah, meski tak kumengerti semua Kupasrahkan semua padamu Karena Kau tahu akhir yang tak kutahu [Bridge] Jika doa belum Engkau jawab Bukan berarti Engkau tak mendengar Tapi karena Engkau sedang menyiapkan Yang jauh lebih benar, lebih besar [Final Chorus] Menurut-Mu, bukan menurutku Inilah jalan keimanan yang penuh restu Kau beri bukan karena aku tahu Tapi karena Engkau Maha Tahu Ya Allah, kuatkan keyakinanku Hingga yang tertunda jadi pintu kasih-Mu [instrument] [end]

