[Intro] [Verse 1 – Makna Tawakal Menurut Ghazālī] Ghazālī menulis: tawakal bukan diam Tapi bergerak dengan yakin pada Tuhan Kau berusaha, tapi hasil dari-Nya Bukan dari tangan, bukan dari rencana Tawakal adalah istirahat jiwa Yang lelah berlari dalam dunia fana Ia tahu, segala yang terjadi Sudah tertulis dalam takdir Ilahi [Chorus – Reffrein] Tawakal... sandaran hati yang sejati Saat dunia tak memberi pasti Setelah usaha, doa pun melambung tinggi Dan hati berkata, “Cukuplah Allah bagiku kini…” Bukan lemah, tapi itulah kekuatan Bukan pasrah, tapi keyakinan yang dalam Ghazālī ajar: gantungkan hatimu Bukan pada sebab, tapi pada Rabb-mu [Verse 2 – Ciri Tawakal dan Salah Pahamnya] Tawakal bukan tinggalkan sebab Bukan berhenti di rumah dan berharap Tapi mencari dengan niat murni Dan yakin hasilnya dari Yang Maha Suci Siapa yang bertawakal, dia kuat Tak goncang walau dunia sempit dan berat Karena hatinya tak terikat pada dunia Tapi tenang dalam cinta-Nya yang nyata [Bridge – Perenungan] Tawakal adalah kebebasan sejati Tak bergantung pada selain Ilahi Ghazālī berkata: tawakal itu ibadah Yang menghantar hati kepada qana’ah [Chorus – Reffrein Ulang] Tawakal... sandaran hati yang sejati Saat dunia tak memberi pasti Setelah usaha, doa pun melambung tinggi Dan hati berkata, “Cukuplah Allah bagiku kini…” Letakkan hatimu di atas harapan Yang tak goyah meski badai menerjang Rubʿ al-Munjiyāt menutup kisah Dengan tawakal sebagai mahkota indah [Outro – Penutup] Tawakal adalah pelabuhan damai Setelah segala usaha dan air mata Bersandarlah, wahai jiwa yang letih Pada Allah… tempat kembali yang paling bersih [Instrument] [End]