
Bukan tentang bunga yang layu dalam seminggu Atau puisi berat yang buatku kaku Cintaku sesederhana sarapan di pagi hari Atau caramu tertawa saat aku melucu sendiri Aku suka caramu memandang dunia Melihat pelangi di balik hujan yang reda Di dekatmu, semua yang rumit jadi mudah Resah yang menggunung pelan-pelan jadi indah Tak perlu terbang ke angkasa Untuk merasa luar biasa Cukup duduk berdua, bercerita apa saja Itu sudah lebih dari segalanya Kau adalah melodi paling indah yang pernah kudengar Lagu yang takkan membosankan meski diputar berulang Terima kasih telah hadir, mewarnai kanvas yang hambar Menjadi alasan jantungku berdetak dengan benar Kadang kita berdebat hal-hal yang tak penting Lalu berakhir dengan pelukan yang paling hening Sebab di balik ego yang sempat meninggi Ada rindu yang selalu ingin kembali Kau adalah melodi paling indah yang pernah kudengar Lagu yang takkan membosankan meski diputar berulang Terima kasih telah hadir, mewarnai kanvas yang hambar Menjadi alasan jantungku berdetak dengan benar Dunia boleh berubah, musim boleh berganti Orang datang dan pergi silih berganti Tapi aku tetap di sini, di frekuensi yang sama Mencintaimu dengan cara yang paling istimewa (Uuuu... uuuu...) Hanya melodi sederhana... Tentang aku dan kamu... Dan cinta yang takkan pernah layu. Matahari terbit di sela jendela Mengingatkanku pada senyummu yang sapa Tak pernah kusangka, di antara miliaran jiwa Langkahku terhenti tepat di depan matanya Dunia terasa bising, namun kau heningku Semesta begitu luas, namun kau rumahku Tak perlu kata untuk saling mengerti Cukup genggamanmu yang menenangkan hati Jika cinta adalah perjalanan, akulah pengembaranya Dan kamu adalah pelabuhan, tempatku melepas lelah Jangan lepaskan, jangan kau ragukan Biarkan waktu menjadi saksi bisu Bahwa aku akan selamanya di sini, untukmu Bukan tentang seberapa mewah janji yang terucap Tapi tentang caramu memelukku saat aku jatuh Di setiap tawa, di setiap air mata yang jatuh Ada namamu yang selalu membuatku tangguh Jika cinta adalah perjalanan, akulah pengembaranya Dan kamu adalah pelabuhan, tempatku melepas lelah Jangan lepaskan, jangan kau ragukan Biarkan waktu menjadi saksi bisu Bahwa aku akan selamanya di sini, untukmu Mungkin badai akan datang sesekali Menguji apa yang telah kita lalui Namun selama detak ini masih milikmu Takkan ada yang bisa mengganti posisimu Jika cinta adalah perjalanan, akulah pengembaranya Dan kamu adalah pelabuhan, tempatku melepas lelah Jangan lepaskan, jangan kau ragukan Biarkan waktu menjadi saksi bisu Bahwa aku akan selamanya di sini... Selamanya di sini... Hanya untukmu... Di sisimu...

