
[Intro] Di kota yang lampunya masih hidup sampai larut, ada satu kalimat yang terus berulang: “Kemarin masih nyala mas…” Kalimat sederhana. Pendek. Tenang. Namun sering membuat teknisi menatap langit sebentar. [Verse 1] Laptop datang dalam tas yang mulai kusam. Chargernya dililit isolasi hitam. Touchpad kadang hidup kadang diam. Dan tombol power ditekan seperti ritual malam. “Keluhannya apa pak?” “Ndak mau nyala…” “Terakhir dipakai kapan?” “Kemarin…” Lalu dimulailah investigasi perlahan. Dengan teknik psikologi level dua senti: ditanya santai, diajak ngobrol pelan, dibuka lapisan demi lapisan ingatan. Dan akhirnya muncul jawaban sebenarnya: “Eh iya mas… kayaknya terakhir dipakai tahun lalu…” [Pre-Chorus] Ruangan mendadak hening. Obeng berhenti berputar. Motherboard seperti ingin tertawa, tapi sudah terlalu lelah untuk bereaksi. [Chorus] Mataram IT servis apa saja? Servis laptop lemot, servis layar gelap, servis keyboard, servis engsel, servis charger, servis printer, sampai menerjemahkan definisi waktu versi manusia. Karena: “baru rusak” kadang sudah enam bulan. “tadi pagi normal” ternyata terakhir booting sebelum lebaran. Dan: “cuma tidak mau nyala” ternyata kipas penuh debu purbakala, thermal paste mengeras seperti kenangan lama, dan SSD tinggal menunggu doa penutup. [Verse 2] Bapak-bapak memang unik. Kalau motor bunyi: “tik…” langsung peka. Tapi kalau laptop loading tujuh menit, masih bilang: “masih lumayan cepat.” Karena memang hidup sibuk. Ada cicilan. Ada kerjaan. Ada anak sekolah. Ada tagihan yang tidak pernah beta testing dulu sebelum datang. Maka laptop sering dianggap prajurit tua: selama lampu masih nyala, berarti masih kuat kerja. [Pre-Chorus] Padahal elektronik juga punya batas. Debu tidak pernah libur. Panas tidak pernah kompromi. Dan kipas pendingin… tidak bisa sembuh lewat motivasi. [Chorus] Mataram IT servis apa saja? Install ulang, upgrade SSD, tambah RAM, cleaning total, ganti keyboard, ganti LCD, recovery data, servis motherboard, BIOS corrupt, hingga laptop yang harus ditekan miring dulu baru hidup. Kami bukan cenayang. Kami hanya terlalu sering melihat: manusia menunda tanda-tanda kecil, sampai kerusakan tumbuh diam-diam. [Bridge] Dan lucunya, banyak perangkat sebenarnya tidak rusak parah. Mereka cuma kelelahan. Terlalu lama dipaksa. Terlalu penuh file. Terlalu panas. Terlalu lama tidak dibersihkan. Mirip manusia usia produktif. Masih jalan. Masih senyum. Masih bilang: “aman…” Padahal kipas dalam kepala mulai berisik. [Slow Breakdown] “Kemarin masih nyala mas…” Kalimat itu akhirnya bukan sekadar informasi. Tapi puisi pendek tentang waktu. Tentang manusia yang merasa: kalau sesuatu pernah baik-baik saja, maka pasti akan terus baik-baik saja. Padahal bahkan hardisk pun bisa lupa cara berputar. [Final Chorus] Mataram IT servis apa saja? Kami merawat perangkat kerja, alat sekolah, mesin usaha, dan file kehidupan yang belum sempat dicadangkan. Karena kadang yang datang ke meja servis bukan cuma laptop rusak. Tapi juga: rasa panik, penyesalan, dan harapan kecil: “masih bisa diselamatkan ndak mas?” Dan selama jalurnya belum putus total, kami akan tetap mencoba. [Outro] Di bawah lampu bengkel yang tidak pernah benar-benar tidur, kami belajar satu hal: Kerusakan paling berat sering bukan karena usia. Tapi karena terlalu lama percaya: “ah… besok juga masih nyala.”

