[intro] Verse 1: Kupikir hidupku penuh dengan ibadah, Namun terkadang jiwa terasa sempit dan penat. Terjebak dalam rutinitas yang kaku, Terlupa hakikat cinta yang sejati. Pre-Chorus: Ku sadari kini, hidup ini bukan sekedar bentuk, Bukan pula hanya rasa yang bergejolak. Namun hidup yang bebas, terbebas dari belenggu, Menyatu dalam kasih yang tanpa batas. Chorus: 🌿 Ruh yang bebas bukan pada wujud semata, Bukan hanya dalam air mata atau kata. Ia hidup dalam kebebasan jiwa, Melepas ikatan, meraih cinta-Nya. 🌬️ Bukan ikatan ritual yang menjerat hati, Tapi kehadiran yang menyentuh tanpa syarat. Dalam diam dan dalam sunyi, Ruh yang bebas menyatu dengan Ilahi. Verse 2: Saat ku lepas genggaman pada harap dan takut, Hatiku mulai mengerti arti sebenar. Bukan hanya mengulang doa dan zikir, Tapi merasakan cinta yang nyata mengalir. Bridge (spoken lembut): "Al-ḥayātu al-rūḥāniyyatu la tatimmu illā bi al-khalā’i min al-‘ibādāti wa al-awjādi..." Hidup sejati adalah kebebasan, Bukan pengekangan bentuk dan perasaan… Chorus (reprise): 🌿 Ruh yang bebas bukan sekedar ritual, Bukan pula terperangkap dalam emosi. Ia hadir di setiap hembusan nafas, Menyatu dalam kasih yang tanpa batas. 🌬️ Mari lepaskan segala ikatan, Untuk meraih cinta Tuhan yang hakiki. Karena hidup ruhani yang sejati, Adalah jiwa yang merdeka dan berseri. Outro: Ruh yang bebas… Hidup tanpa beban… Menyatu dalam cinta… Yang tak pernah padam… [instrument] [end]