
Every time I speak my heart, (Setiap kali ku ungkapkan hati) The anger burning in my chest, (Kemarahan membakar di dadaku) You look at me like I’m wrong, (Kau menatapku seolah aku salah) Like my feelings don’t belong. (Seperti perasaanku tak punya tempat) Your words turn cold, your eyes grow dim, (Kata-katamu jadi dingin, matamu meredup) As if I’m not allowed to feel within. (Seolah aku tak boleh merasakan apa yang ada di dalam) Why must I bury what I feel? (Mengapa harus ku pendam apa yang kurasa?) This pain in my heart is real. (Sakit di hatiku ini nyata) Why, whenever I’m upset, (Mengapa, setiap kali aku kesal) Do you change and pull away from me? (Kau berubah dan menjauh dariku) As if I’m not allowed to be mad, (Seolah aku tak boleh marah) Not allowed to feel this sad. (Tak boleh merasakan sedih ini) Can’t I just be honest, true, (Tak bisakah aku jujur saja) Without you making me feel so small too? (Tanpa kau buatku merasa kecil pula?) Love needs a voice, let it be heard, (Cinta butuh suara, biar didengar) Let me be upset, let me say my words. (Biar ku kesal, biar ku ucapkan kata-kataku) I try to see through your eyes, (Aku coba melihat melalui matamu) The world you hold, the truth you find. (Dunia yang kau pegang, kebenaran yang kau temukan) But why can’t I be free to say, (Tapi mengapa aku tak bebas mengatakan) The hurt that’s eating me today? (Sakit yang menggerogotiku hari ini?) You tell me patience is the key, (Kau bilang sabar adalah kunci) But I’m human, not a fantasy. (Tapi aku manusia, bukan fantasi) Let me release, let me shout, (Biarkan aku melepaskan, biarkan aku berteriak) These feelings are real, not just a doubt. (Perasaan ini nyata, bukan sekadar ragu) Why, whenever I’m upset, (Mengapa, setiap kali aku kesal) Do you change and pull away from me? (Kau berubah dan menjauh dariku?) As if I’m not allowed to be mad, (Seolah aku tak boleh marah) Not allowed to feel this sad. (Tak boleh merasakan sedih ini) Can’t I just be honest, true, (Tak bisakah aku jujur saja) Without you making me feel so small too? (Tanpa kau buatku merasa kecil pula?) Love needs a voice, let it be heard, (Cinta butuh suara, biar didengar) Let me be upset, let me say my words. (Biar ku kesal, biar ku ucapkan kata-kataku) I don’t want to fight or blame, (Aku tak ingin bertengkar atau menyalahkan) Just want you to hear my pain. (Hanya ingin kau dengar sakitku) My anger’s not the end of us, (Kemarahanku bukan akhir dari kita) It’s just a part of love’s trust. (Itu hanya bagian dari kepercayaan cinta) Open the door, hear my plea, (Bukalah pintu, dengar permohonanku) Together we can face this, you and me. (Bersama kita bisa hadapi ini, kau dan aku) Why, whenever I’m upset, (Mengapa, setiap kali aku kesal) Do you change and pull away from me? (Kau berubah dan menjauh dariku?) As if I’m not allowed to be mad, (Seolah aku tak boleh marah) Not allowed to feel this sad. (Tak boleh merasakan sedih ini) Can’t I just be honest, true, (Tak bisakah aku jujur saja) Without you making me feel so small too? (Tanpa kau buatku merasa kecil pula?) Love needs a voice, let it be heard, (Cinta butuh suara, biar didengar) Let me be upset, let me say my words. (Biar ku kesal, biar ku ucapkan kata-kataku) Let me be upset, let me speak my truth, (Biar ku kesal, biar ku ungkapkan kebenaranku) True love doesn’t silence, it finds the proof. (Cinta sejati tak membungkam, ia menemukan bukti) Together we’ll find a way to mend, (Bersama kita akan temukan cara untuk memperbaiki) To listen, to love, to understand. (Untuk mendengar, mencintai, dan memahami)

