Lampu kota tak pernah tidur dan kakiku tak pernah berhenti Aku mengejar sesuatu yang bahkan tak tahu namaku Pagi jadi malam malam jadi pagi lagi Hari-hari berubah jadi angka dan aku lupa cara merasa Mereka bilang "teruslah lari, jangan sampai ada yang menyusul" Tapi yang kukejar tidak pernah memanggil namaku Denyut kota! Aku ikut berdetak! Bukan karena hidup, tapi karena takut berhenti! Denyut kota! Aku lupa cara pulang! Aku sibuk jadi seseorang, sampai lupa siapa yang sedang berjalan! Rumah menelepon jam dua pagi "Ibu cuma ingin dengar suaramu" Aku bilang "sibuk, nanti saja" padahal yang kusibukkan hanya lelah Le... ojo lali mampir... Le... ojo lali ngaso... Mereka bilang "kejarlah mimpi, jangan pulang sebelum jadi" Tapi mimpiku makin jauh setiap kali aku mengejarnya Denyut kota! Aku ikut berdetak! Bukan karena hidup, tapi karena takut berhenti! Denyut kota! Aku lupa cara pulang! Aku sibuk jadi seseorang, sampai lupa siapa yang sedang berjalan! Kutho iki ora tau turu... Nanging aku butuh ngimpi... Kutho iki rame... Nanging atiku sepi... Aku tidak ingin kalah. Tapi aku juga tidak tahu apa artinya menang. Aku masih di sini... Masih berlari... Masih mencari... Sesuatu yang bahkan tak tahu namaku... Denyut kota! Aku ikut berdetak! Bukan karena hidup, tapi karena takut berhenti! Denyut kota! Aku lupa cara pulang! Aku sibuk jadi seseorang, sampai lupa siapa yang sedang berjalan! Denyut kota... Denyut kota... Aku masih berlari... Aku masih berlari... Kutho ora tau turu... Nanging aku butuh ngimpi... Kutho rame... Nanging atiku sepi...