Song Cover Image

Kerikil Berdebu

V6-MINI

Kasihku, kenapa aku marah, membara ! Indah, bukankah matahari ini indah meski redup terhalang mendung ? Kemana, ku singkirkan kerikil-kerikil berdebu ? menunggu aku marah ? Menunggu aku tak sabar lagi menghitung waktu ? Menunggu hujan menggantikan embun ? Tidak ! Katamu dari jauh, Tidak ! Kataku juga meraih-mu, menamparmu meraut-mu mencampak-mu, padahal aku bukan lelaki jalang, bukan lelaki sialan, tapi jalanan memanjang menghilangkan tepi mengiris kaki menapaki duri ! Tidak ! Katamu lagi bangkit dan berlari mencampak mati siapa peduli air mata ini siapa menguliti tirai nurani ini jangan sia-siakan nafas hanya sepenggal alpa, rintihkan dosa bergelimangan, hidup ini nyata kematian juga nyata. Kasihku, kenapa aku marah, membara ! Indah, bukankah matahari ini indah meski redup terhalang mendung ? Kemana, ku singkirkan kerikil-kerikil berdebu ? menunggu aku marah ? Menunggu aku tak sabar lagi menghitung waktu ? Menunggu hujan menggantikan embun ? Tidak ! Katamu dari jauh, Tidak ! Kataku juga meraihmu, menamparmu memperkosamu membunuhmu, padahal aku bukan lelaki jalang, bukan lelaki sialan, tapi jalanan memanjang menghilangkan tepi mengiris kaki menapaki duri ! Tidak ! Katamu lagi bangkit berdiri mencampak mati siapa peduli air mata ini siapa menguliti tirai nurani ini jangan sia-siakan nafas hanya sepenggal alpa, rintihkan dosa bergelimangan, hidup ini nyata kematian juga nyata.