Song Cover Image

Angan dan Nafsu, Dua Ujian Hati

[Intro] [Verse 1 – Pembuka] Ghazālī tulis dalam Iḥyā’ penuh hikmah Tentang hati yang mudah terluka Rubʿ al-Muhlikāt jadi cermin jiwa Membuka tirai yang menutupi dosa Dua musuh yang sering tersembunyi Tapi kuat mengikat nurani Angan panjang yang tak bertepi Dan nafsu yang bisikkan ilusi [Chorus – Reffrein] Panjang angan buat lupa mati Hawa nafsu lenakan hati Jika tak dijaga, dua-duanya Bisa tenggelamkan jiwa selamanya Waspadalah terhadap rayuannya Tampak indah, tapi penuh bahaya Ghazālī seru: kendalikan diri Agar selamat dunia dan akhirat nanti [Verse 2 – Panjang Angan-Angan] Angan itu tak salah adanya Tapi jika tak kenal batasnya Hari ini dilupa karena esok Padahal ajal bisa lebih dekat dari detik berikut Ghazālī ajar: hidupkan ingat mati Biar angan tak lepas kendali Jangan menunda taubat dan amal Karena waktu berjalan tanpa tinggal [Verse 3 – Hawa Nafsu] Hawa nafsu bisikkan kenikmatan Yang sering berujung pada kehinaan Ia puaskan syahwat sesaat Tapi tinggalkan jiwa dalam gelap Bukan dibunuh, tapi dikendalikan Dengan ilmu, ibadah, dan latihan Ghazālī bilang: nafsu itu tunggangan Kau harus mengendali, bukan ditarik jalan [Bridge – Renungan Jiwa] Angan panjang buat lalai Nafsu halus merayap dalam damai Tapi hati yang hidup waspada Ia lawan walau sulit terasa [Chorus – Reffrein Ulang] Panjang angan buat lupa mati Hawa nafsu lenakan hati Jika tak dijaga, dua-duanya Bisa tenggelamkan jiwa selamanya Waspadalah terhadap rayuannya Tampak indah, tapi penuh bahaya Ghazālī seru: kendalikan diri Agar selamat dunia dan akhirat nanti [Outro – Penutup] Rubʿ al-Muhlikāt bukan sekadar bacaan Tapi panduan bersihkan kehidupan Dari angan palsu dan nafsu semu Menuju ridha Tuhan yang Maha Satu [Instrument] [End]