[intro] [Verse 1] Dari lembah Makkah ke madinah bercahaya Rasul tak hanya tinggalkan wahyu Tapi juga para penjaga Yang hafal sabda, jernih hatinya Abdullāh ibn Mas‘ūd, si faqih dari Kufah Kecil tubuhnya, tapi berat ilmunya Dari bibir Rasul, ia dengar langsung Hingga setiap ayat ia tafsirkan dengan teduh [Chorus] Merekalah penjaga cahaya Rasul Tak punya tahta, tapi warisi ilmu yang utuh Bukan hanya meriwayatkan Tapi menanamkan iman dalam kehidupan Anas ibn Mālik, pelayan yang setia Sepuluh tahun bersama Rasul yang mulia Ia hafal senyum, kata, dan doa Dari rumah ke masjid, semua ia bawa Mu‘ādh ibn Jabal, pemuda penuh hikmah Utusan ke Yaman, penyeru aqidah dan syari’ah Rasul bersabda, "Orang yang paling tahu halal-haram" Dan umat pun belajar darinya dalam diam [Verse 2] Mereka tak hanya menulis dengan tinta Tapi menghidupkan ilmu dalam jiwa-jiwa Ibnu Katsir mencatat penuh hormat Bahwa mereka adalah tonggak umat Mas‘ūd mengajarkan di Kufah yang jauh Mu‘ādh menyuluh iman dengan ilmu yang teduh Anas meriwayatkan ribuan hadits Membawa sunnah ke generasi berikutnya yang haus [Chorus] Merekalah penjaga cahaya Rasul Tak punya tahta, tapi warisi ilmu yang utuh Bukan hanya meriwayatkan Tapi menanamkan iman dalam kehidupan [Bridge – Spoken Word] "Bila engkau ingin mengenal warisan Rasul Jangan lihat pada istana atau senjata Lihatlah pada mereka yang duduk di majelis Mengajarkan hadits dengan air mata dan cinta yang tulus" [Outro – Reflektif dan harap] Wahai umat, jangan tinggalkan warisan ini Ilmu adalah cahaya, bukan hanya memori Ikutilah jejak para pewaris Nabi Agar jalan hidupmu selalu bersinar hingga akhir nanti [instrument] [end]