[intro] [Verse 1] Kau ingin hatimu bercahaya… Tapi kau isi ia dengan dunia Kau berharap bisa dekat dengan-Nya Tapi syahwatmu masih kau jaga [Verse 2] Kau ingin melangkah ke arah Tuhan Tapi beban dunia belum kau tinggalkan Kau sebut nama-Nya di lidah Namun lalai tetap bersarang di dadamu, diam-diam... [Pre-Chorus – tanya lirih] Bagaimana bisa…? Bagaimana mungkin cahaya datang Jika cerminmu dipenuhi bayangan? [Chorus] 🎶 Bagaimana bisa hatimu terang Jika masih kau penuhi dengan dunia yang gemerlap dan bimbang? Bagaimana bisa kau terbang ke hadirat-Nya Jika syahwatmu beratkan langkahmu ke arah cahaya? Bagaimana bisa masuk ke ruang suci Jika kau belum mandi dari debu kelalaian ini? Bagaimana bisa paham rahasia langit Jika engkau belum bersih dari luka yang engkau sendiri tak sempat tangisi? [Verse 3 – lirih dan jujur] Kau berkata: “Aku ingin tahu Tuhan” Tapi masih senang dengan bisik setan Kau ingin rahasia dibukakan Tapi belum juga taubat dari kelalaian yang berulang-ulang [Bridge – nada mengajak lembut] Maukah kau bersihkan cermin hati? Maukah kau lepaskan beban syahwat ini? Maukah kau mandi dari lalai dan lupa Agar ruhmu bisa menyapa Yang Maha Cinta? [Chorus – ulang dengan energi harapan] 🎶 Agar bisa bersinar... Singkirkan bayangan yang melekat di dasar sadar Agar bisa terbang… Ringankan hati dari nafsu yang mencekal tenang Karena rahasia-Nya… Takkan singgah di hati yang belum rela bersih dari noda Dan cinta-Nya… Takkan lekat jika kau belum pulang ke dalam dirimu yang sebenarnya [Outro – seperti doa pribadi] Ya Allah… Jangan biarkan aku mengaku rindu, tanpa membersihkan jalanku menuju-Mu. Tunjukkan padaku… Bagaimana caranya benar-benar menghadap-Mu. [instrument] [end]

Comments are disabled on this song