[intro] [Verse 1 – ajakan lembut untuk merenung] Pernahkah kau meminta Lalu tak kau dapatkan? Pernahkah kau mengetuk Namun pintunya tak terbuka? [Interlude – pertanyaan batin] Lalu hatimu bertanya: “Kenapa aku tak dikabulkan?” Tapi... pernahkah kau balik bertanya: “Adakah yang lebih baik dari apa yang kuminta?” [Chorus – sugestif dan menenangkan] Bila ditolak, bisa jadi diberi Meski tak selalu yang kau ingini Kadang penolakan adalah bentuk cinta Yang menyelamatkan jiwa dari celaka [Verse 2 – memperdalam kesadaran] Doa tak pernah sia-sia Meski jawabannya tak selalu “ya” Karena Dia tahu Apa yang tak kau tahu [Pre-Chorus – ajakan mempercayai hikmah] Apa kau kira semua “tidak” itu luka? Bisa jadi itu adalah pelukan yang tak terlihat [Chorus – penguatan] Bila ditolak, bisa jadi diberi Bila tak jadi milikmu, mungkin bukan rezekimu Karena karunia tak selalu datang Lewat jalan yang kau sangka terang [Bridge – lembut dan menyentuh] Jangan marah pada penundaan Jangan kecewa pada pembatalan Terkadang, penolakan-Nya Adalah cara-Nya menjaga keadaan [Final Chorus – puncak emosional dan makna] Bila hatimu dibukakan makna Kau akan lihat anugerah dalam kecewa Bila kau paham apa arti tertahan Kau akan tahu: Itu bukan kehilangan ...tapi perlindungan Tuhan [Outro – doa dan refleksi] Ya Allah, ajari aku melihat Hadiah dalam bentuk yang tak kusangka Bukan hanya saat Kau beri Tapi juga saat Kau tak mengabulkan [intrument] [end]