[intro] [Verse 1] Kadang kau bertanya dalam sepi “Apakah amalku cukup berarti?” Kau pandang sajadah yang basah air mata Namun hatimu tetap merasa hampa [Verse 2] Kau melihat orang yang tekun ibadah Lalu kau bandingkan dirimu yang lemah Tapi... tahukah engkau? Ada nikmat yang tak bisa dihitung dengan angka... [Pre-Chorus] Saat hatimu tersentuh tanpa sebab Saat Kau merasa Dia amat dekat Itulah makrifat... Itulah sapa paling lembut dari-Nya... [Chorus] 🎶 Saat Dia menyapamu... Tak perlu kau hitung amalmu Karena makrifat itu anugerah Bukan balasan dari usaha lelah Jangan malu jika amalmu sedikit Jika hati masih bisa menangis Sebab yang Dia bukakan padamu Jauh lebih besar dari yang mampu kau tuju [Verse 3] Makrifat bukan hasil kerjamu Tapi rahmat yang datang tanpa dijadwal waktu Amal adalah persembahan kecilmu Tapi pengenalan-Nya... adalah lautan tanpa tepi yang diturunkan untukmu [Bridge – lembut dan menggugah] Dia tak menunggu engkau sempurna Untuk memperkenalkan Diri-Nya Dia tahu jalan menuju-Nya terjal Maka Dia datang lebih dulu... dengan kasih yang kekal [Chorus – diulang dengan penekanan emosional] 🎶 Saat Dia menyapamu... Itu bukan karena hebatnya ilmumu Itu karena kasih yang tak bertepi Yang menyentuhmu... tanpa kau sadari Biarlah amal tumbuh perlahan Yang terpenting: hati tetap dalam harapan Karena pengenalan-Nya adalah cahaya Yang tak bisa dibeli, hanya bisa diterima... [Outro – spoken, seperti dzikir dalam sujud] "Ya Allah... Jika Engkau telah membuka satu jalan makrifat kepadaku... Jangan biarkan aku tertipu oleh hitungan amal, karena sesungguhnya... semua ini hanyalah pemberian-Mu..." [instrument] [end]

Comments are disabled on this song