
(Judul: rasa cinta hilang) (Intro) (Verse 1) Dulu, namamu adalah doa yang paling riuh Alasan di balik senyum yang tak pernah jenuh Dunia terasa sempit jika kau tak ada di sisi Semua tentangmu, selalu jadi ambisi (Verse 2) Namun perlahan, warna itu mulai memudar Bukan karena badai, bukan pula karena bertengkar Hanya saja detak ini tak lagi berpacu kencang Saat jemarimu menyentuh pundakku yang tenang (Pre-Chorus) Aku mencari-cari di mana perginya cemburu Ke mana hilangnya rindu yang dulu memburu Kini yang tersisa hanya sunyi yang membisu (Chorus) Rasa cinta itu telah hilang... Seperti embun yang lelap ditelan matahari siang Tak ada benci, tak ada lagi luka yang tersisa Hanya ada kita yang perlahan menjadi asing di mata Maafkan aku yang tak lagi bisa berpura-pura Bahwa tatapmu kini hanyalah sekadar rupa Cinta itu pergi, tanpa meninggalkan jejak di hati (Bridge) Mungkin kita sudah selesai sebelum waktunya Atau mungkin hati ini sudah habis masanya Bukan salahmu, bukan salahku juga Hanya saja cinta, punya caranya sendiri untuk sirna (Chorus) Rasa cinta itu telah hilang... Seperti embun yang lelap ditelan matahari siang Tak ada benci, tak ada lagi luka yang tersisa Hanya ada kita yang perlahan menjadi asing di mata (Outro) (Suara gitar memelan) Kini kau hanyalah sisa nama... Dalam bab yang sudah kututup rapat Terima kasih untuk masanya... Selamat tinggal, wahai rasa yang pernah hebat.

