Studio 2.0
Ubah lagu jadi proyek
Bawa lagu yang kamu buat di Suno ke Suno Studio untuk mengerjakan aransemennya sebagai proyek. Kalau bahan awalnya berupa rekaman yang sudah ada, impor audionya ke Studio 2.0. Sebelum mulai mengedit, dengarkan bagian yang ingin kamu pertahankan, misalnya melodi yang sudah pas meski iringannya terasa terlalu padat.
Susun bagian sampai terdengar pas
Di linimasa, geser bagian drum yang masuk terlalu awal sampai jatuh di tempat yang kamu mau. Tumpuk lapisan bunyi untuk mengisi bagian yang terasa kosong, lalu rapikan peralihannya menuju bagian lagu yang lebih ramai. Dengarkan pertemuan kedua bagian itu, terutama apakah tambahan bunyi menutupi akhir nyanyian.
Tinggi nada bisa kamu ubah saat melodi terasa kurang cocok dengan akor yang mengiringinya. Untuk bas yang terlalu menonjol, kecilkan volumenya sampai vokal kembali terdengar jelas. Atur BPM saat ingin mencoba tempo lain untuk susunan yang sama. Pada tempo yang lebih lambat, dengarkan apakah jeda di akhir frasa terasa pas sebelum ketukan berikutnya masuk.
Pisahkan lapisan yang ingin kamu dengar
Rekaman yang terdengar padat bisa menyulitkanmu mengikuti pola bas saat menyiapkan aransemen di Suno Studio. Pakai Stem Splitter untuk memisahkan audio apa pun menjadi komponen seperti vokal, drum, bas, dan bagian lainnya. Dengarkan hasil pemisahan untuk mencari nada yang sebelumnya terselip di antara bunyi instrumen lain.
Perhatikan ujung frasa bas, terutama bunyi yang masih terdengar setelah melodi berhenti. Kalau kamu memakai penggalan itu untuk mengisi jeda sebelum nyanyian berikutnya, dengarkan sisa getaran dari petikan terakhir agar potongannya tidak terasa mendadak.
Cari harmoni lewat nada yang kamu mainkan
Progresi akor yang masih kamu cari bisa kamu uji lewat papan ketik komputer sebagai alat musik. Dengarkan perpindahan dari akor pembuka ke akor berikutnya sebelum memutuskan mana yang ingin kamu pakai di lagu.
Coba paduan nada dalam mode akor untuk mencari harmoni yang cocok dengan melodi yang sudah kamu tentukan. Untuk iringan berpola berulang, bunyikan nada-nada akor satu per satu. Perhatikan celah di antara nada-nada itu; mungkin melodinya justru enak masuk saat iringan berhenti sejenak.
Buat perubahan yang mengikuti lagu
Ketika drum masuk setelah bagian vokal yang tenang, kamu mungkin ingin efek pada iringan ikut berubah. Bandingkan kesannya ketika perubahan itu bertepatan dengan pukulan pertama dan ketika terdengar sedikit lebih awal, sebelum ketukan baru mulai. Otomatisasikan parameter apa pun dengan menggambar kurva atau merekam gerakan pengaturannya sepanjang lagu.
Trek yang namanya mirip bisa bikin kamu keliru memilih bagian. Minta Chat Bar mengganti nama banyak trek sekaligus dengan kata-kata yang biasa kamu pakai. Gunakan nama yang membedakan isinya, misalnya vokal utama dan isian vokal yang hanya terdengar di sela melodi.
Untuk menyusun bunyi lapis demi lapis, jelaskan yang kamu cari, misalnya nada panjang yang ditumpuk dengan bunyi pendek. Dengarkan apakah bunyi pendeknya masih jelas saat keduanya terdengar bersamaan. Lewat Chat Bar, buat instrumen sintesis dan pengaya dari awal; untuk efek audio buatan sendiri, tentukan selera dan spesifikasi yang kamu inginkan.
Olah bunyi sebelum mengekspor
Untuk mengatur bunyi yang saling bertumpuk, olah aransemen dengan efek audio berstandar industri, termasuk kompresi yang dipicu sinyal lain. Saat memakai sinyal drum sebagai pemicu kompresi bas, dengarkan ketukannya dan perhatikan apakah bunyi rendah masih menutupinya. Pakai reverberasi berbasis konvolusi untuk memberi kesan ruang pada bunyi. Perhatikan sisa gaung di sela kalimat vokal, terutama ketika musik berhenti sebentar dan nyanyian berikutnya mulai masuk.
Kalau yang ingin kamu periksa hanya peralihan ke bagian instrumental, ekspor rentang pilihan di linimasa. Dengarkan akhir nyanyian sampai iringan berlanjut sendiri untuk mengecek apakah sisa vokal masih terdengar saat bagian instrumental masuk. Kamu juga bisa mengekspor tiap bagian audio secara terpisah atau lagu utuh.
Pertanyaan umum
- Bisa mulai tanpa lagu utuh?
- Mulai dari proyek kosong atau unggah bagian audio terpisah ke Studio 2.0 untuk menyusun aransemen.
- Studio 2.0 dipakai lewat apa?
- Buka DAW Studio 2.0 melalui peramban dan kerjakan proyek audio langsung di sana.
- Bisa memakai pengendali MIDI?
- Hubungkan pengendali MIDI untuk memainkan akor, pola bas, dan melodi pada instrumen sintesis bawaan.